Tentang Waktu


Dalam bahasa Yunani, definisi kata ‘waktu’ bisa terbagi menjadi dua makna yang berbeda, yaitu ‘kairos’ dan ‘kronos’. Kairos berbicara tentang periode tertentu, kalau udah lewat ya gabisa terulang lagi. Sedangkan kronos itu ya arti waktu kayak biasa (as it is) dalam bentuk jam, menit, detik- either its for a short or long period of time.

Karena makin tua seharusnya makin bijak, aku kembali tersadar tentang pentingnya memaknai waktu sebagai sebuah pemberian, bahkan suatu titipan semata.

Adakalanya ku merasa senang, lega setiap melihat guratan dalam agendaku, setiap tanda centang yang kusisipkan di ‘to-do list hari itu-akan tetapi ada masanya ku merasa takut, khawatir, saatku mencoba menyesuaikan gerak langkahku dengan kecepatanmu berjalan.

Namun, seringkali ku merasa perlu untuk mengingatkan diriku bahwa keberadaan mu di setiap detik, menit dan jam bukanlah sosok dewa yang ku harus perhamba dengan segala macam ketakutan yang muncul. Seringkali ku harus mengingatkan diri dan perasaanku untuk DIAM.

Wahai diriku, mengapa engkau merasa gundah? Bersyukurlah karena dirimu bukanlah sang nahkoda yang menggerakkan waktu tersebut. Agenda yang sudah berlalu, detik yang dijalani sekarang dan yang akan datang berada di tangan Sang Pengendali waktu

Lantas, kembalilah mengisi agendamu dengan berjalan dalam keyakinan bahwa Sang Pengendali waktu adalah juga la yang besertamu saat kejadian yang engkau tidak harapkan itu terjadi, saat dirimu akan terpuruk dan tawar hati.

INGAT. IA tidak hanya menetapkan waktu, namun la berjanji untuk beserta, mengerjakan segala sesuatu untuk kebaikanmu ketika engkau dengan setia menjalankan pekerjaan dalam agenda-Nya yang agung.


Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started